Larangan Memilih Pemimpin Kafir di Al Quran


Bismillah, Jika kita perhatikan, kebanyakan kaum muslimin akan patuh (minimal meyakini kebenarannya) ketika di bilang:" Babi itu haram!" dan saya belum pernah menemukan satu orangpun yang menolak hal tersebut. Sama juga dengan ketika ada ayat yang mengharamkan Zina dan Khamr. Saya belum pernah menemukan yang berani menentang larangan tersebut, bahkan orang yang biasa minum khamr pun sadar dan tahu kalau itu haram, hanya saja mereka menuruti hawa nafsunya.

Sayangnya, ketika ada larangan memilih pemimpin kafir, kenapa banyak umat islam justru menolak larangan tersebut? sebagian justru memplintir makna atau tafsirnya. Padahal bukan cuma satu ayat saja yang melarang, Bukan cuma Almaidah ayat 51.

Disini saya akan menuliskan semua ayat yang berisi larangan memilih pemimpin kafir agar kaum muslimin memahaminya dan semoga di beri hidayah untuk menerima islam secara kaffah, karena memang islam itu mengatur segala hal termasuk memilih pemimpin (politik). Beda dengan agama lain yang cuma mengatur hubungan pribadi hamba dengan tuhannya, Islam adalah jalan hidup, bukan sebatas ritual semata.  Silahkan di cerna dan di baca dengan hati,  Ingat,bahwa ketika kita belajar agama islam ini, kita mencari KEBENARAN, bukan mencari pembenaran. Semoga Allah membimbing kita kejalan yang benar!

QS Almaidah :51

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَىٰ أَوْلِيَاءَ ۘ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ ۗ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.

Coba pahami maknanya, apakah anda mau di dunia mengaku Islam, namun di akhirat nanti anda di golongkan bersama orang orang kafir?


QS Annisa: 144

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْكَافِرِينَ أَوْلِيَاءَ مِن دُونِ الْمُؤْمِنِينَ ۚ أَتُرِيدُونَ أَن تَجْعَلُوا لِلَّهِ عَلَيْكُمْ سُلْطَانًا مُّبِينًا


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang kafir menjadi wali dengan meninggalkan orang-orang mukmin. Inginkah kamu mengadakan alasan yang nyata bagi Allah (untuk menyiksamu)?

QS Ali Imran : 118 

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا بِطَانَةً مِّن دُونِكُمْ لَا يَأْلُونَكُمْ خَبَالًا وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ قَدْ بَدَتِ الْبَغْضَاءُ مِنْ أَفْوَاهِهِمْ وَمَا تُخْفِي صُدُورُهُمْ أَكْبَرُ ۚ قَدْ بَيَّنَّا لَكُمُ الْآيَاتِ ۖ إِن كُنتُمْ تَعْقِلُونَ

Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu ambil menjadi teman kepercayaanmu orang-orang yang, di luar kalanganmu (karena) mereka tidak henti-hentinya (menimbulkan) kemudharatan bagimu. Mereka menyukai apa yang menyusahkan kamu. Telah nyata kebencian dari mulut mereka, dan apa yang disembunyikan oleh hati mereka adalah lebih besar lagi. Sungguh telah Kami terangkan kepadamu ayat-ayat (Kami), jika kamu memahaminya.


QS Almaidah : 57

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الَّذِينَ اتَّخَذُوا دِينَكُمْ هُزُوًا وَلَعِبًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِن قَبْلِكُمْ وَالْكُفَّارَ أَوْلِيَاءَ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ إِن كُنتُم مُّؤْمِنِينَ


Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil jadi pemimpinmu, orang-orang yang membuat agamamu jadi buah ejekan dan permainan, (yaitu) di antara orang-orang yang telah diberi kitab sebelummu, dan orang-orang yang kafir (orang-orang musyrik). Dan bertakwalah kepada Allah jika kamu betul-betul orang-orang yang beriman.

QS At taubah : 23

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا آبَاءَكُمْ وَإِخْوَانَكُمْ أَوْلِيَاءَ إِنِ اسْتَحَبُّوا الْكُفْرَ عَلَى الْإِيمَانِ ۚ وَمَن يَتَوَلَّهُم مِّنكُمْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Hai orang-orang beriman, janganlah kamu jadikan bapa-bapa dan saudara-saudaramu menjadi wali(mu), jika mereka lebih mengutamakan kekafiran atas keimanan dan siapa di antara kamu yang menjadikan mereka wali, maka mereka itulah orang-orang yang zalim.


Semoga kita termasuk orang orang yang diberi pentnjuk Oleh Allah dan bisa istiqamah di jalan Islam dan mampu menjadikan islam sebagai jalan hidup dan menjadi pedoman dalam segala Aspek Kehidupan, Amin!

Nasehat Islam Dalam Menyebar Berita

Di Abad 21 ini, Berita yang kita konsumsi tiap hari sudah berlipat lipat dibanding satu abad yang lalu apalagi jika dibanding 14 Abad yang lalu. Informasi yang banyak dan berita baru yang muncul tiap detik belum tentu benar, maka Wajib bagi kita sebagai kaum muslimin selalu berlandaskan Alquran dan Assunnah dalam segala hal, termasuk dalam hal menulis, menyebar dan membaca berita, Apalagi jika berita datang dari Media Kafir, tentunya kita lebih berhati hati lagi.



Perhatikan ayat ini :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Ayat yang turun 14 Abad yang lalu ini sangat relevan dengan abad Informasi sekarang ini. Kita di Wajibkan memeriksa dengan teliti jika ada berita apalagi berita seputar Politik dan SARA. Untuk memudahkan, saya bagi nasehat ini menjadi 3 yaitu nasehat bagi penulis berita, nasehat bagi penyebar berita dan nasehat bagi Pembaca Berita. 

Nasehat Bagi Penulis Berita/Wartawan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah: 8)

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ


Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga (al-Bukhâri no. 6094)



Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
  1. Jujur dalam menulis Berita (bukan berita pesanan).
  2. Hendaklah Mengcrosscek Setiap berita yang akan ditulis tentang kebenarannya. 
  3. Hendaknya Tidak Mencari cari kesalahan sumber berita (terutama masalah ghibah artis)
  4. Hendaknya melihat sisi baik dan buruk dan dampak jika tulisan itu di publikasikan
  5. Hendaknya berpegang teguh kepada kebenaran
  6. Adil Dalam Menulis Berita. 

Nasehat Bagi Penyebar Berita

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ


‘Cukuplah seseorang disebut pendusta bila ia menyampaikan seluruh apa yang ia dengar.’
  1. Selalu Baca berita secara utuh sebelum menyebar berita, terutama di media sosial.
  2. Gunakan Dalil Alquran, sunah , Akal dan Logika sebelum menyebar berita yang meragukan apalagi bertentangan dengan Dalil ataupun logika. Terutama berita berita yang sumbernya tidak jelas ataupun berita mistis.
  3. Perhatikan siapa penulis berita, apakah track recordnya terkenal jujur atau memang terkenal suka memplintir berita. 
  4. Carilah sumber lain sebagai pembanding apakah beritanya benar. 
  5. Sebelum di share, perhatikan apakah ada manfaatnya bagi teman kita atau pembaca lain? Jika berita Ghibah Artis, sudah jelas TIDAK PERLU DI SHARE. 

Nasehat Bagi Pembaca Berita

Hal paling penting bagi pembaca berita adalah mengecek kebenaran berita tersebut. Jangan asal percaya apalagi berkomentar dengan bahasa kasar, menuduh, ataupun ikut nimbrung berbantah bantahan di internet. Cukuplah Nasehat dibawah ini menjadi acuan kita sebelum berkomentar. 

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا


“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36).

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ


“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi).

Berikut ini adalah Cara mengecek kebenaran suatu berita:
  1. Tanyakan langsung kesumbernya, khususnya berita seputar orang yang kita kenal (Tabayyun).
  2. Lihat wawanca, rekaman atau videonya. 
  3. Lihat dan bandingkan beritanya di media lain atau baca referensinya (Jika berita terjemahan)
  4. Baca kesesuaian Judul Berita dengan Isinya.
  5. Tanya teman yang ada dilokasi kejadian (jika memungkinkan)
  6. Cek dan crosscek si pembawa berita.
  7. Jika berita berupa fakta sejarah, baca referensi dan sudut pandang penulisnya.
  8. Lihat Bukti, Data dan Faktanya. 

Referensi :

  1. Berkata Benar dan Jangan Dustahttps://almanhaj.or.id/4089-berkata-benar-jujur-dan-jangan-dusta-bohong.html. diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  2. Berita dan Bahayanya , https://almanhaj.or.id/2634-berita-dan-bahayanya.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  3. Cara Mengecek Kebenaran suatu beritahttp://jejakcandra.blogspot.co.id/2014/03/cara-mengecek-kebenaran-berita.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  4. Manisnya buah menjaga Lisanhttps://muslimah.or.id/4590-manisnya-buah-menjaga-lisan.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016

Kajian tentang Islam , Iman dan Ihsan

Kajian ini disampaikan oleh Ustad Armen Halim Naro  yang membahas hadist kedua dari Kitab Hadist Arbain. Hadist ini diriwayatkan oleh Umar atau sering juga disebut Hadist Jibril karena Jibril datang sebagai seorang lelaki yang berpakaian Putih dan berambut hitam dan Tidak ada para sahabat yang mengenalnya.

HADIST


عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . 

[رواه مسلم]

Arti hadist / ترجمة الحديث :


Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) 

seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”
maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, 

kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. 

Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. 
Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, 

kemudian dia berkata: “ anda benar“. 

Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang Ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . 

Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. 
Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, 
beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, 

kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar.

 Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. 

aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)

Pelajaran yang bisa diambil


Pelajaran dari Hadist ini terbagi menjadi 5 yaitu  Adab dalam majelis Ilmu (menuntut Ilmu), Rukun Islam, rukun Iman, pengertian Ihsan dan Tanda tanda Hari Kiamat.

Adab menuntut  Ilmu:
  1. Menghormati Guru / Ustad
  2. duduk Mendekat ke Guru (kalau di sekolah duduknya di depan, bukan dibelakang). 
  3. Seorang murid hendaknya bertanya sebagai  salah satu cara mendapatkan Ilmu. (Obat bodoh adalah bertanya).
  4. Seorang guru disarankan bertanya kepada muridnya agar muridnya fokus pada pelajaran) 
  5. Bolehnya bertanya perkara yang sudah kita ketahui dalam majelis dengan maksud menjelaskan kepada penuntut Ilmu yang lain. 
  6. Hendaknya diam ketika Guru/Sedang menjelaskan Materi.
  7. Hendaknya seorang santri/Murid mencatat Ilmu yang disampaikan Guru/Ustad karena mencatat adalah cara Mengikat Ilmu. 

Rukun Islam 

  1. Syahadat
  2. Sholat
  3. Zakat
  4. Puasa
  5. Haji.
Syahadat walaupun hanya sebuah ucapan, namun menjadi pondasi dari rukun islam, Yang jarang dipahami oleh murid/santri adalah syahadat merupakan pondasi rukun islam dan punya konsequensi. " Lailahailallah" artinya kita harus Memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allah dan MENJAUHI seluruh bentuk kesyirikan atau media yang mengantarkan ke kesyirikan. "Muhammad rosulullah" Artinya siap mengikuti Perintah rosul dalam kehidupan sehari hari karena Islam adalah Jalan hidup, bukan hanya sekedar ritual. 

Rukun Iman

  1. Iman kepada Allah 
  2. Iman kepada Malaikat
  3. Iman kepada Kitab kitab yang diturunkan
  4. Iman kepada Rasul
  5. Iman kepada Hari akhir/Hari kiamat
  6. Iman kepada Qadha dan Qodhar (termasuk takdir yang baik atau pun yang buruk)
Definisi Iman yang benar adalah "Meyakini dalam Hati, Mengucapkan dengan Lisan dan mengamalkan dalam perbuatan". 
Iman kepada Allah Artinya bahwa Allahlah Pencipta, pemelihara dan penguasa Alam semesta dan hanya Allahlah yang Harus disembah, Iman kepada Allah artinya Mengingkari Budaya budaya kesyirikan yang tersebar di seluruh budaya dunia seperti meyakini ada penguasa laut atau gunung tertentu. Nasehat bagi kaum muslimin, Jangan hanya sekedar tahu 6 rukun iman tersebut namun juga harus mengamalkan dalam kehidupan sehari hari. 

Ihsan 

"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau". 

Dalam bahasa yang lebih mudah " Kita selalu merasa di awasi oleh Allah" Sehingga konsekuensi nya kita akan terus berada dalam ketaatan karena ketika ada keinginan bermaksiat, kita ingat bahwa Allah mengawasi kita. Ini adalah puncak dari seorang muslim, menjadi orang Muhsin. 

Tanda Hari kiamat

Umat muslim Harus yakin bahwa Kiamat pasti akan terjadi dan Hanya Allahlah yang tahu kapan itu akan terjadi. Jadi seandainya ada dukun, berita atau isu yang mengatakan bahwa hari kiamat akan terjadi tahun sekian sudah bisa dipastikan itu adalah DUSTA. 

Beberapa tanda hari kiamat adalah sbb:
  1. Banyak budak melahirkan tuannya, para ulama ada yang memahami secara literal yang artinya bahwa banyak terjadi peperangan dan banyak wanita yang ditawan dan akhirnya menjadi budak yang digauli oleh tuannya. Yang secara otomatis anak dari seorang budak adalah merdeka. Ulama yang lain mengartikan bahwa itu adalah ungkapan yang artinya makin banyak anak Durhaka yang berani pada orang tua. Dan ini sudah sangat banyak terjadi, bukan hanya durhaka namun berani Membunuh orang tuanya. 
  2. Banyaknya orang miskin yang meninggikan bangunan. Banyaknya orang kaya mendadak dan banyaknya Negara negara yang dulunya miskin sekarang punya gedung pencakar langit dan Ini adalah salah satu bukti kebenaran Rosullah. 
Semoga kajian singkat ini meningkatkan Keimanan dan ketakwaan kita Amin. Bagi yang ingin mendengarkan kajiannya silahkan download disini

Ciri Ciri Orang Beriman

 إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ
Orang-orang yang beriman itu adalah orang-orang yang apabila disebutkan nama Allah maka bergetarlah hati mereka. Apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya maka bertambahlah keimanan mereka. Dan mereka hanya bertawakal kepada Rabb mereka.” (QS. Al-Anfal: 2)
Apa Maksud  "Bergetarlah hati mereka"?  Syaikh Shalih al-Fauzan menyimpulkan ayat diatas sbb: 
  1. Merasa takut kepada-Nya ketika mengingat-Nya, yang dengan sebab itulah maka dia akan melakukan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya
  2. Bertambahnya keimanan mereka tatkala mendengar dibacakannya al-Qur’an
  3. Menyerahkan segala urusan dan bersandar kepada Allah semata (lihat al-Mulakhkhash fi Syarh Kitab at-Tauhid, hal. 269) 
Sekarang mari kita melihat diri kita apakah saat kita mendengar bacaan alquran keimanan kita bertambah dan kita menjadi lebih giat beribadah menghindari maksiat dan bertambah dalam hal berbuat kebaikan? 

Sekarang mari kita dengarkan Surat Al Fajr yang dibacakan oleh Syaikh Hanni Ar Rifai berikut ini. Surat Al Fajr menceritakan sifat dasar manusia yang suka harta dan kikir dalam bersadaqah (Tidak mempedulikan anak yatim dan tidak memberi makan fakir miskin) serta penyesalan Manusia di akhirat "Andaikan aja dulu saya beramal sholeh". 

Maka bersyukurlah kita masih diberi umur dan masih diberi kesempatan untuk beramal sholeh. Jika hati kita sama sekali tidak tersentuh dengan Surat Al Fajr ini, maka kita perlu banyak banyak muhasabah. Apakah hati kita sakit atau malah sudah mati? 

Kajian tentang Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

Kajian ini disampaikan oleh Ustad Yazid Jawaz. Lebih tepatnya kajian ini menjelaskan Ayat :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]


Mungkin kita berpikir bagaimana batu bisa menjadi bahan bakar api neraka? silahkan tonton video ini, sebuah batu dilemparkan ke kawah dan dia jadi bahan bakar.



Jika di dunia saja batu dilempar ke lahar seperti itu bagaimana dengan kondisi neraka? tentunya lebih mengerikan. Pernah membayangkan kalo yang dilemparkan itu manusia? 

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya? Seorang kepala keluarga (Ayah/Suami) harus selalu mendidik keluarganya tentang agama kepada anak SEJAK KECIL. Berikut ini adalah poin-poin penting dalam pendidikan kepada anak dan istri agar terhindar dari Neraka.
  1. Mengajarkan tentang Aqidah yang benar (Tauhid)
  2. Mengajarkan Amanah dan tanggungjawab karena setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabkannya diakhirat nanti.
  3. Mengajarkan kepada anak dan istri membaca Alquran SETIAP HARI. 
  4. Mengajarkan sunnah Rosulullah termasuk didalamnya perkara muamalah Contoh sederhana adalah mengajarkan mengucapkan bismilah, menggunakan tangan kanan dan mengambil makanan terdekat SAAT MAKAN. 
  5. Mengajarkan SHOLAT, Orang tua wajib mengajarkan anaknya sholat, mengingatkan setiap hari dan memukulnya jika umur 10 tahun belum shalat. 
  6. Mengajarkan Ahlak dan Adab  yang PALING UTAMA ADALAH mengajari anak agar BERBAKTI KEPADA ORANG TUA. Contoh lain adalah  mengajari mengucapkan salam saat bertemu kaum muslimin,menjaga silaturahmi, Jujur dan amanah, baik kepada tetangga dan menutup Aib kaum muslimin (tidak ghibah/gossip).
Selain itu seorang SUAMI wajib memerintahkan Istrinya untuk memakai Jilbab yang syari yang tidak transparant,tebal dan tidak membentuk lekuk tubuh serta menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Untuk lebih jelasnya silahkan download atau dengarkan langsung kajiannya disini.