Kajian tentang Menjaga Diri dan Keluarga dari Api Neraka

on Tuesday, January 5, 2016
Kajian ini disampaikan oleh Ustad Yazid Jawaz. Lebih tepatnya kajian ini menjelaskan Ayat :

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ عَلَيْهَا مَلَائِكَةٌ غِلَاظٌ شِدَادٌ لَا يَعْصُونَ اللَّهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُونَ مَا يُؤْمَرُونَ

Hai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu; penjaganya malaikat-malaikat yang kasar, keras, dan tidak mendurhakai Allâh terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan. [at-Tahrîm/66:6]


Mungkin kita berpikir bagaimana batu bisa menjadi bahan bakar api neraka? silahkan tonton video ini, sebuah batu dilemparkan ke kawah dan dia jadi bahan bakar.



Jika di dunia saja batu dilempar ke lahar seperti itu bagaimana dengan kondisi neraka? tentunya lebih mengerikan. Pernah membayangkan kalo yang dilemparkan itu manusia? 

Pertanyaan selanjutnya adalah bagaimana caranya? Seorang kepala keluarga (Ayah/Suami) harus selalu mendidik keluarganya tentang agama kepada anak SEJAK KECIL. Berikut ini adalah poin-poin penting dalam pendidikan kepada anak dan istri agar terhindar dari Neraka.
  1. Mengajarkan tentang Aqidah yang benar (Tauhid)
  2. Mengajarkan Amanah dan tanggungjawab karena setiap kita adalah pemimpin dan akan dimintai pertanggunjawabkannya diakhirat nanti.
  3. Mengajarkan kepada anak dan istri membaca Alquran SETIAP HARI. 
  4. Mengajarkan sunnah Rosulullah termasuk didalamnya perkara muamalah Contoh sederhana adalah mengajarkan mengucapkan bismilah, menggunakan tangan kanan dan mengambil makanan terdekat SAAT MAKAN. 
  5. Mengajarkan SHOLAT, Orang tua wajib mengajarkan anaknya sholat, mengingatkan setiap hari dan memukulnya jika umur 10 tahun belum shalat. 
  6. Mengajarkan Ahlak dan Adab  yang PALING UTAMA ADALAH mengajari anak agar BERBAKTI KEPADA ORANG TUA. Contoh lain adalah  mengajari mengucapkan salam saat bertemu kaum muslimin,menjaga silaturahmi, Jujur dan amanah, baik kepada tetangga dan menutup Aib kaum muslimin (tidak ghibah/gossip).
Selain itu seorang SUAMI wajib memerintahkan Istrinya untuk memakai Jilbab yang syari yang tidak transparant,tebal dan tidak membentuk lekuk tubuh serta menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.

Untuk lebih jelasnya silahkan download atau dengarkan langsung kajiannya disini.

Kajian Islam Tentang Hukum Bisnis Online

on Tuesday, October 20, 2015


Kajian tentang bisnis Online ini disampaikan oleh Ustad Arifin Badri. Ada point point penting dalam kajian ini diantaranya . Secara umum Segala jenis transaksi dibagi dua yaitu transaksi yang bersifat sosial seperti Sodaqoh, waqaf, hutang piutang dan sejenisnya dan jenis ini tidak membolehkan adanya keuntungan. Jika ada keuntungan dari transaksi jenis ini, misalkan hutang piutang adanya keuntungan maka sudah masuk kategori Riba dan sifatnya Haram.

Transaksi Jenis kedua adalah transaksi komersial yang memang tujuan utamanya mendapatkan keuntungan, diantaranya Jual Beli, sewa menyewa dan Serikat dagang. Jual beli(apapun bentuknya baik offline atau online) mensyaratkan 6 point yaitu
  1. Penjual
  2. Pembeli 
  3. Alat transaksi (uang)
  4. Object Barang
  5. Ijab
  6. Qobul
Enam point diatas bisa disingkat menjadi 3 yaitu adanya pelaku ekonomi, Object transaksi dan Ijab. 

Dalam hal ini, transaksi online banyak terjatuh pada kesalahan dari sisi Penjual atau pembeli. Dari sisi penjual, BANYAK PENJUAL yang menjual BARANG bukan miliknya. Konsepnya adalah Dropship. Dropship dilarang karena penjual menjual barang yang bukan miliknya. Kebanyakan Penjual Dropship hanya bermodal website/BBM untuk mengiklankan produknya dan jika ada yang mau beli, baru dia ambil dari pihak lain. INI SAMA SAJA DENGAN MENJUAL BARANG YANG BUKAN MILIKNYA. 


عَنْ حَكِيمِ بْنِ حِزَامٍ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ يَأْتِينِى الرَّجُلُ فَيُرِيدُ مِنِّى الْبَيْعَ لَيْسَ عِنْدِى أَفَأَبْتَاعُهُ لَهُ مِنَ السُّوقِ فَقَالَ : لاَ تَبِعْ مَا لَيْسَ عِنْدَكَ
Dari Hakim bin Hizam, “Beliau berkata kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, ada orang yang mendatangiku. Orang tersebut ingin mengadakan transaksi jual beli, denganku, barang yang belum aku miliki. Bolehkah aku membelikan barang tertentu yang dia inginkan di pasar setelah bertransaksi dengan orang tersebut?’ Kemudian, Nabi bersabda, ‘Janganlah kau menjual barang yang belum kau miliki.‘” (HR. Abu Daud, no. 3505; dinilai sahih oleh Al-Albani)

Solusi untuk Jual beli model Dorship YANG SESUAI ISLAM ada dua

1. Anda jadi agen dari barang tersebut baik melakukan perjanjian tertulis atau lisan yang pada intinya anda menjualkan barang orang lain, pihak pembeli juga harus tahu bahwa anda adalah agen. Permasalahan dari mana anda dapat untung, apakah dapat dari prosentase penjualan atau menentukan harga sendiri, itu kesepakatan anda dengan pemilik barang. 

2. Solusi kedua anda tetap jadi DOrshiper namun sistem penjualannya , Pembeli harus mentransfer atau memberi uang 100% dimuka. Sistem ini dalam islam adalah sistem salam dan ini diperbolehkan. Anda juga boleh mengirimkan barang dengan nama anda sendiri. Ingat, uang 100% itu hukumnya wajib. 

Dua solusi diatas boleh anda pilih yang mana. penjelasan detail bisa anda dengarkan di kajian.  Untuk memudahkan anda mendengarkan kajian saya akan saya jelaskan bahwa kajian ini cukup panjang, sekitar 2 jam 15 menit. Berikut pembagiannya (perkiraan menit).

  1. menit 0....30 Menit pertama membahas jenis transaksi dalam islam.
  2. Menit 30-60 Membahas hukum jual beli dan rukun jual beli secara umum.
  3. menit 60-105  membahas jual beli Online.termasuk sistem salam dan Dorship.
  4. Menit sisanya membahas tanya jawab. Tanya jawab membahas banyak hal termasuk sistem pembayaran menggunakan rekening bersama, paypal sistem jual beli saham dan sebagainya. 

  Intinya, Walaupun judul pembahasan ini adalah bisnis online, namun anda akan mendapatkan ilmu bisnis dan jual beli secara umum yang akan bermanfaat bagi kehalalan bisnis Anda insyaAllah.