Tuesday, August 2, 2016

Nasehat Islam Dalam Menyebar Berita

Di Abad 21 ini, Berita yang kita konsumsi tiap hari sudah berlipat lipat dibanding satu abad yang lalu apalagi jika dibanding 14 Abad yang lalu. Informasi yang banyak dan berita baru yang muncul tiap detik belum tentu benar, maka Wajib bagi kita sebagai kaum muslimin selalu berlandaskan Alquran dan Assunnah dalam segala hal, termasuk dalam hal menulis, menyebar dan membaca berita, Apalagi jika berita datang dari Media Kafir, tentunya kita lebih berhati hati lagi.



Perhatikan ayat ini :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Ayat yang turun 14 Abad yang lalu ini sangat relevan dengan abad Informasi sekarang ini. Kita di Wajibkan memeriksa dengan teliti jika ada berita apalagi berita seputar Politik dan SARA. Untuk memudahkan, saya bagi nasehat ini menjadi 3 yaitu nasehat bagi penulis berita, nasehat bagi penyebar berita dan nasehat bagi Pembaca Berita. 

Nasehat Bagi Penulis Berita/Wartawan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah: 8)

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ


Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga (al-Bukhâri no. 6094)



Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
  1. Jujur dalam menulis Berita (bukan berita pesanan).
  2. Hendaklah Mengcrosscek Setiap berita yang akan ditulis tentang kebenarannya. 
  3. Hendaknya Tidak Mencari cari kesalahan sumber berita (terutama masalah ghibah artis)
  4. Hendaknya melihat sisi baik dan buruk dan dampak jika tulisan itu di publikasikan
  5. Hendaknya berpegang teguh kepada kebenaran
  6. Adil Dalam Menulis Berita. 

Nasehat Bagi Penyebar Berita

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ


‘Cukuplah seseorang disebut pendusta bila ia menyampaikan seluruh apa yang ia dengar.’
  1. Selalu Baca berita secara utuh sebelum menyebar berita, terutama di media sosial.
  2. Gunakan Dalil Alquran, sunah , Akal dan Logika sebelum menyebar berita yang meragukan apalagi bertentangan dengan Dalil ataupun logika. Terutama berita berita yang sumbernya tidak jelas ataupun berita mistis.
  3. Perhatikan siapa penulis berita, apakah track recordnya terkenal jujur atau memang terkenal suka memplintir berita. 
  4. Carilah sumber lain sebagai pembanding apakah beritanya benar. 
  5. Sebelum di share, perhatikan apakah ada manfaatnya bagi teman kita atau pembaca lain? Jika berita Ghibah Artis, sudah jelas TIDAK PERLU DI SHARE. 

Nasehat Bagi Pembaca Berita

Hal paling penting bagi pembaca berita adalah mengecek kebenaran berita tersebut. Jangan asal percaya apalagi berkomentar dengan bahasa kasar, menuduh, ataupun ikut nimbrung berbantah bantahan di internet. Cukuplah Nasehat dibawah ini menjadi acuan kita sebelum berkomentar. 

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا


“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36).

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ


“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi).

Berikut ini adalah Cara mengecek kebenaran suatu berita:
  1. Tanyakan langsung kesumbernya, khususnya berita seputar orang yang kita kenal (Tabayyun).
  2. Lihat wawanca, rekaman atau videonya. 
  3. Lihat dan bandingkan beritanya di media lain atau baca referensinya (Jika berita terjemahan)
  4. Baca kesesuaian Judul Berita dengan Isinya.
  5. Tanya teman yang ada dilokasi kejadian (jika memungkinkan)
  6. Cek dan crosscek si pembawa berita.
  7. Jika berita berupa fakta sejarah, baca referensi dan sudut pandang penulisnya.
  8. Lihat Bukti, Data dan Faktanya. 

Referensi :

  1. Berkata Benar dan Jangan Dustahttps://almanhaj.or.id/4089-berkata-benar-jujur-dan-jangan-dusta-bohong.html. diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  2. Berita dan Bahayanya , https://almanhaj.or.id/2634-berita-dan-bahayanya.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  3. Cara Mengecek Kebenaran suatu beritahttp://jejakcandra.blogspot.co.id/2014/03/cara-mengecek-kebenaran-berita.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  4. Manisnya buah menjaga Lisanhttps://muslimah.or.id/4590-manisnya-buah-menjaga-lisan.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016

Wednesday, May 4, 2016

Kajian tentang Islam , Iman dan Ihsan

Kajian ini disampaikan oleh Ustad Armen Halim Naro  yang membahas hadist kedua dari Kitab Hadist Arbain. Hadist ini diriwayatkan oleh Umar atau sering juga disebut Hadist Jibril karena Jibril datang sebagai seorang lelaki yang berpakaian Putih dan berambut hitam dan Tidak ada para sahabat yang mengenalnya.

HADIST


عَنْ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ أَيْضاً قَالَ : بَيْنَمَا نَحْنُ جُلُوْسٌ عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ذَاتَ يَوْمٍ إِذْ طَلَعَ عَلَيْنَا رَجُلٌ شَدِيْدُ بَيَاضِ الثِّيَابِ شَدِيْدُ سَوَادِ الشَّعْرِ، لاَ يُرَى عَلَيْهِ أَثَرُ السَّفَرِ، وَلاَ يَعْرِفُهُ مِنَّا أَحَدٌ، حَتَّى جَلَسَ إِلَى النَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم فَأَسْنَدَ رُكْبَتَيْهِ إِلَى رُكْبَتَيْهِ وَوَضَعَ كَفَّيْهِ عَلَى فَخِذَيْهِ وَقَالَ: يَا مُحَمَّد أَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِسْلاَمِ، فَقَالَ رَسُوْلُ اللهِ صلى الله عليه وسلم : اْلإِسِلاَمُ أَنْ تَشْهَدَ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا رَسُوْلُ اللهِ وَتُقِيْمَ الصَّلاَةَ وَتُؤْتِيَ الزَّكاَةَ وَتَصُوْمَ رَمَضَانَ وَتَحُجَّ الْبَيْتَ إِنِ اسْتَطَعْتَ إِلَيْهِ سَبِيْلاً قَالَ : صَدَقْتَ، فَعَجِبْنَا لَهُ يَسْأَلُهُ وَيُصَدِّقُهُ، قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِيْمَانِ قَالَ : أَنْ تُؤْمِنَ بِاللهِ وَمَلاَئِكَتِهِ وَكُتُبِهِ وَرُسُلِهِ وَالْيَوْمِ الآخِرِ وَتُؤْمِنَ بِالْقَدَرِ خَيْرِهِ وَشَرِّهِ. قَالَ صَدَقْتَ، قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنِ اْلإِحْسَانِ، قَالَ: أَنْ تَعْبُدَ اللهَ كَأَنَّكَ تَرَاهُ فَإِنْ لَمْ تَكُنْ تَرَاهُ فَإِنَّهُ يَرَاكَ . قَالَ: فَأَخْبِرْنِي عَنِ السَّاعَةِ، قَالَ: مَا الْمَسْؤُوْلُ عَنْهَا بِأَعْلَمَ مِنَ السَّائِلِ. قَالَ فَأَخْبِرْنِي عَنْ أَمَارَاتِهَا، قَالَ أَنْ تَلِدَ اْلأَمَةُ رَبَّتَهَا وَأَنْ تَرَى الْحُفَاةَ الْعُرَاةَ الْعَالَةَ رِعَاءَ الشَّاءِ يَتَطَاوَلُوْنَ فِي الْبُنْيَانِ، ثُمَّ انْطَلَقَ فَلَبِثْتُ مَلِيًّا، ثُمَّ قَالَ : يَا عُمَرَ أَتَدْرِي مَنِ السَّائِلِ ؟ قُلْتُ : اللهُ وَرَسُوْلُهُ أَعْلَمَ . قَالَ فَإِنَّهُ جِبْرِيْلُ أَتـَاكُمْ يُعَلِّمُكُمْ دِيْنَكُمْ . 

[رواه مسلم]

Arti hadist / ترجمة الحديث :


Dari Umar radhiallahuanhu juga dia berkata : Ketika kami duduk-duduk disisi Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam suatu hari tiba-tiba datanglah seorang laki-laki yang mengenakan baju yang sangat putih dan berambut sangat hitam, tidak tampak padanya bekas-bekas perjalanan jauh dan tidak ada seorangpun diantara kami yang mengenalnya. Hingga kemudian dia duduk dihadapan Nabi lalu menempelkan kedua lututnya kepada kepada lututnya (Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam) 

seraya berkata: “ Ya Muhammad, beritahukan aku tentang Islam ?”
maka bersabdalah Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam : “ Islam adalah engkau bersaksi bahwa tidak ada Ilah (Tuhan yang disembah) selain Allah, dan bahwa Nabi Muhammad adalah utusan Allah, engkau mendirikan shalat, menunaikan zakat, puasa Ramadhan dan pergi haji jika mampu “, 

kemudian dia berkata: “ anda benar “. Kami semua heran, dia yang bertanya dia pula yang membenarkan. 

Kemudian dia bertanya lagi: “ Beritahukan aku tentang Iman “. 
Lalu beliau bersabda: “ Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, rasul-rasul-Nya dan hari akhir dan engkau beriman kepada takdir yang baik maupun yang buruk “, 

kemudian dia berkata: “ anda benar“. 

Kemudian dia berkata lagi: “ Beritahukan aku tentang Ihsan “. Lalu beliau bersabda: “ Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau” . 

Kemudian dia berkata: “ Beritahukan aku tentang hari kiamat (kapan kejadiannya)”. Beliau bersabda: “ Yang ditanya tidak lebih tahu dari yang bertanya “. 
Dia berkata: “ Beritahukan aku tentang tanda-tandanya “, 
beliau bersabda: “ Jika seorang hamba melahirkan tuannya dan jika engkau melihat seorang bertelanjang kaki dan dada, miskin dan penggembala domba, (kemudian) berlomba-lomba meninggikan bangunannya “, 

kemudian orang itu berlalu dan aku berdiam sebentar.

 Kemudian beliau (Rasulullah) bertanya: “ Tahukah engkau siapa yang bertanya ?”. 

aku berkata: “ Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui “. Beliau bersabda: “ Dia adalah Jibril yang datang kepada kalian (bermaksud) mengajarkan agama kalian “. (Riwayat Muslim)

Pelajaran yang bisa diambil


Pelajaran dari Hadist ini terbagi menjadi 5 yaitu  Adab dalam majelis Ilmu (menuntut Ilmu), Rukun Islam, rukun Iman, pengertian Ihsan dan Tanda tanda Hari Kiamat.

Adab menuntut  Ilmu:
  1. Menghormati Guru / Ustad
  2. duduk Mendekat ke Guru (kalau di sekolah duduknya di depan, bukan dibelakang). 
  3. Seorang murid hendaknya bertanya sebagai  salah satu cara mendapatkan Ilmu. (Obat bodoh adalah bertanya).
  4. Seorang guru disarankan bertanya kepada muridnya agar muridnya fokus pada pelajaran) 
  5. Bolehnya bertanya perkara yang sudah kita ketahui dalam majelis dengan maksud menjelaskan kepada penuntut Ilmu yang lain. 
  6. Hendaknya diam ketika Guru/Sedang menjelaskan Materi.
  7. Hendaknya seorang santri/Murid mencatat Ilmu yang disampaikan Guru/Ustad karena mencatat adalah cara Mengikat Ilmu. 

Rukun Islam 

  1. Syahadat
  2. Sholat
  3. Zakat
  4. Puasa
  5. Haji.
Syahadat walaupun hanya sebuah ucapan, namun menjadi pondasi dari rukun islam, Yang jarang dipahami oleh murid/santri adalah syahadat merupakan pondasi rukun islam dan punya konsequensi. " Lailahailallah" artinya kita harus Memurnikan seluruh ibadah hanya untuk Allah dan MENJAUHI seluruh bentuk kesyirikan atau media yang mengantarkan ke kesyirikan. "Muhammad rosulullah" Artinya siap mengikuti Perintah rosul dalam kehidupan sehari hari karena Islam adalah Jalan hidup, bukan hanya sekedar ritual. 

Rukun Iman

  1. Iman kepada Allah 
  2. Iman kepada Malaikat
  3. Iman kepada Kitab kitab yang diturunkan
  4. Iman kepada Rasul
  5. Iman kepada Hari akhir/Hari kiamat
  6. Iman kepada Qadha dan Qodhar (termasuk takdir yang baik atau pun yang buruk)
Definisi Iman yang benar adalah "Meyakini dalam Hati, Mengucapkan dengan Lisan dan mengamalkan dalam perbuatan". 
Iman kepada Allah Artinya bahwa Allahlah Pencipta, pemelihara dan penguasa Alam semesta dan hanya Allahlah yang Harus disembah, Iman kepada Allah artinya Mengingkari Budaya budaya kesyirikan yang tersebar di seluruh budaya dunia seperti meyakini ada penguasa laut atau gunung tertentu. Nasehat bagi kaum muslimin, Jangan hanya sekedar tahu 6 rukun iman tersebut namun juga harus mengamalkan dalam kehidupan sehari hari. 

Ihsan 

"Ihsan adalah engkau beribadah kepada Allah seakan-akan engkau melihatnya, jika engkau tidak melihatnya maka Dia melihat engkau". 

Dalam bahasa yang lebih mudah " Kita selalu merasa di awasi oleh Allah" Sehingga konsekuensi nya kita akan terus berada dalam ketaatan karena ketika ada keinginan bermaksiat, kita ingat bahwa Allah mengawasi kita. Ini adalah puncak dari seorang muslim, menjadi orang Muhsin. 

Tanda Hari kiamat

Umat muslim Harus yakin bahwa Kiamat pasti akan terjadi dan Hanya Allahlah yang tahu kapan itu akan terjadi. Jadi seandainya ada dukun, berita atau isu yang mengatakan bahwa hari kiamat akan terjadi tahun sekian sudah bisa dipastikan itu adalah DUSTA. 

Beberapa tanda hari kiamat adalah sbb:
  1. Banyak budak melahirkan tuannya, para ulama ada yang memahami secara literal yang artinya bahwa banyak terjadi peperangan dan banyak wanita yang ditawan dan akhirnya menjadi budak yang digauli oleh tuannya. Yang secara otomatis anak dari seorang budak adalah merdeka. Ulama yang lain mengartikan bahwa itu adalah ungkapan yang artinya makin banyak anak Durhaka yang berani pada orang tua. Dan ini sudah sangat banyak terjadi, bukan hanya durhaka namun berani Membunuh orang tuanya. 
  2. Banyaknya orang miskin yang meninggikan bangunan. Banyaknya orang kaya mendadak dan banyaknya Negara negara yang dulunya miskin sekarang punya gedung pencakar langit dan Ini adalah salah satu bukti kebenaran Rosullah. 
Semoga kajian singkat ini meningkatkan Keimanan dan ketakwaan kita Amin. Bagi yang ingin mendengarkan kajiannya silahkan download disini