Nasehat Islam Dalam Menyebar Berita

4:00 PM 0 Comments

Di Abad 21 ini, Berita yang kita konsumsi tiap hari sudah berlipat lipat dibanding satu abad yang lalu apalagi jika dibanding 14 Abad yang lalu. Informasi yang banyak dan berita baru yang muncul tiap detik belum tentu benar, maka Wajib bagi kita sebagai kaum muslimin selalu berlandaskan Alquran dan Assunnah dalam segala hal, termasuk dalam hal menulis, menyebar dan membaca berita, Apalagi jika berita datang dari Media Kafir, tentunya kita lebih berhati hati lagi.



Perhatikan ayat ini :

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا إِن جَآءَكُمْ فَاسِقُُ بِنَبَإٍ فَتَبَيَّنُوا أَن تُصِيبُوا قَوْمًا بِجَهَالَةٍ فَتُصْبِحُوا عَلَى مَافَعَلْتُمْ نَادِمِينَ


“Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti, agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu”. [Al Hujurat : 6].

Ayat yang turun 14 Abad yang lalu ini sangat relevan dengan abad Informasi sekarang ini. Kita di Wajibkan memeriksa dengan teliti jika ada berita apalagi berita seputar Politik dan SARA. Untuk memudahkan, saya bagi nasehat ini menjadi 3 yaitu nasehat bagi penulis berita, nasehat bagi penyebar berita dan nasehat bagi Pembaca Berita. 

Nasehat Bagi Penulis Berita/Wartawan

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُونُوا قَوَّامِينَ لِلَّهِ شُهَدَاءَ بِالْقِسْطِ وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى وَاتَّقُوا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ

“Wahai orang-orang yang beriman, hendaklah kamu menjadi orang-orang yang selalu menegakkan kebenaran karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah kebencianmu terhadap suatu kaum membuatmu tidak berlaku adil. Berbuat adillah karena ia lebih mendekati ketakwaan. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan” (QS. Al Maa’idah: 8)

عَلَيْكُمْ بِالصِّدْقِ ، فَإِنَّ الصِّدْقَ يَهْدِيْ إِلَى الْبِرِّ ، وَإِنَّ الْبِرَّ يَهْدِيْ إِلَى الْجَنَّةِ


Hendaklah kalian selalu berlaku jujur, karena kejujuran membawa kepada kebaikan, dan kebaikan mengantarkan seseorang ke Surga (al-Bukhâri no. 6094)



Tidaklah manusia tersungkur di neraka di atas wajah mereka atau di atas hidung mereka melainkan dengan sebab lisan mereka.” (HR. At-Tirmidzi)
  1. Jujur dalam menulis Berita (bukan berita pesanan).
  2. Hendaklah Mengcrosscek Setiap berita yang akan ditulis tentang kebenarannya. 
  3. Hendaknya Tidak Mencari cari kesalahan sumber berita (terutama masalah ghibah artis)
  4. Hendaknya melihat sisi baik dan buruk dan dampak jika tulisan itu di publikasikan
  5. Hendaknya berpegang teguh kepada kebenaran
  6. Adil Dalam Menulis Berita. 

Nasehat Bagi Penyebar Berita

كَفَى بِالْمَرْءِ كَذِبًا أَنْ يُحَدِّثَ بِكُلِّ مَا سَمِعَ


‘Cukuplah seseorang disebut pendusta bila ia menyampaikan seluruh apa yang ia dengar.’
  1. Selalu Baca berita secara utuh sebelum menyebar berita, terutama di media sosial.
  2. Gunakan Dalil Alquran, sunah , Akal dan Logika sebelum menyebar berita yang meragukan apalagi bertentangan dengan Dalil ataupun logika. Terutama berita berita yang sumbernya tidak jelas ataupun berita mistis.
  3. Perhatikan siapa penulis berita, apakah track recordnya terkenal jujur atau memang terkenal suka memplintir berita. 
  4. Carilah sumber lain sebagai pembanding apakah beritanya benar. 
  5. Sebelum di share, perhatikan apakah ada manfaatnya bagi teman kita atau pembaca lain? Jika berita Ghibah Artis, sudah jelas TIDAK PERLU DI SHARE. 

Nasehat Bagi Pembaca Berita

Hal paling penting bagi pembaca berita adalah mengecek kebenaran berita tersebut. Jangan asal percaya apalagi berkomentar dengan bahasa kasar, menuduh, ataupun ikut nimbrung berbantah bantahan di internet. Cukuplah Nasehat dibawah ini menjadi acuan kita sebelum berkomentar. 

وَلا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا


“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.” (QS. Al-Isra: 36).

وَمَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ اْلآخِرِ فَليَقُلْ خَيْرًا أَوْ لِيَصْمُتْ


“Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir maka katakanlah perkataan yang baik atau jika tidak maka diamlah.”(Muttafaqun ‘alaihi).

Berikut ini adalah Cara mengecek kebenaran suatu berita:
  1. Tanyakan langsung kesumbernya, khususnya berita seputar orang yang kita kenal (Tabayyun).
  2. Lihat wawanca, rekaman atau videonya. 
  3. Lihat dan bandingkan beritanya di media lain atau baca referensinya (Jika berita terjemahan)
  4. Baca kesesuaian Judul Berita dengan Isinya.
  5. Tanya teman yang ada dilokasi kejadian (jika memungkinkan)
  6. Cek dan crosscek si pembawa berita.
  7. Jika berita berupa fakta sejarah, baca referensi dan sudut pandang penulisnya.
  8. Lihat Bukti, Data dan Faktanya. 

Referensi :

  1. Berkata Benar dan Jangan Dustahttps://almanhaj.or.id/4089-berkata-benar-jujur-dan-jangan-dusta-bohong.html. diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  2. Berita dan Bahayanya , https://almanhaj.or.id/2634-berita-dan-bahayanya.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  3. Cara Mengecek Kebenaran suatu beritahttp://jejakcandra.blogspot.co.id/2014/03/cara-mengecek-kebenaran-berita.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016.
  4. Manisnya buah menjaga Lisanhttps://muslimah.or.id/4590-manisnya-buah-menjaga-lisan.html, diakses tanggal 02 Agustus 2016

Candra Adi putra

Some say he’s half man half fish, others say he’s more of a seventy/thirty split. Either way he’s a fishy bastard.

0 comments: